01/05/13

Food Journal : Gourmet Kebab

Cheer up your belly, salah satu slogan dari sebuah kedai kebab Salman Kebab terbukti dengan hadirnya salah satu menu berbeda diantara kedai kebab disekitarnya. Mereka namai menunya ini Gourmet yang juga menjadi santapan malam favorit di tempat tinggal saya di kawasan Apartemen Kalibata City.

Gourmet | ink, watercolor on moleskine | 2013

Gourmet terlihat mirip dengan kebab, menggunakan Pitta Bread (Roti kebab) didalamnya diisi selada dan dua buah patty, dan saus (toman, sambaol, mayo). perbedaannya terdapat pada ukuran Pitta bread yang lebih terbal dan dilipat dua (tidak di gulung) dan juga patty yang keduanya adalah campuran dari daging dan lemak (kebab biasanya hanya daging). Rasa parry dari Gourmet menurut saya sangat khas, perpaduan asin mentega dan lemak yang bercampur daging ini membuat saya menyingkirkan semua saus sebagai pemantap rasa. Kalau penasaran silahkan saja berkunjung ke Salman Kebab tower Gaharu Kalibata City Apartement buka setelah maghrib sampai tengah malam. 

Menu yang tidak cocok untuk kalian yang sedang menjaga diet ini dihargai 17.000 Rupiah perporsi.

@agapratama

17/04/13

Beos, Bemo, dan Cerita Seru di Dalam Kabin

Front Cabin of Bemo (WIP) | 30X21 cm | Watercolor on Moleskine

Kemarin sempat nyantai di kabin belakang Bemo yang sedang mangkal dari panas teriknya matahari sekitaran Beos. sempat ngobrol juga bareng beberapa anggota PBJ (Paguyuban Bemo Jakarta) salah satunya Mujiono karena persis di belakang Bemo tempat saya bersandar, dia ikut dalam obrolan kami sambil ngelap bemo hijau nya.


"Berharap yang masih ada sekarang tidak hanya akan menjadi cerita kedepannya" 
- Mujiono, Anggota PBJ


Begitulah celetukannya ketika saya sedang menggambar, mengenai harapannya yang ingin sekali bemo masih bisa dinikmati ratusan tahun kedepan oleh generasi-generasi baru.

@agapratama


10/04/13

Sketchwalk Bandung

Perjalanan 1 hari 1 malam bareng  mengunjungi dan merespon Sketchwalk Bandung, trims untuk rekan-rekan Urban Sketchers Bandung. Baiklah, mula-mula inilah rute kami :


Semua berawal jauh sebelum rute itu dijalankan, berikut cerita perjalanan ke Sketchwalk Bandung 



Stasiun Gambir 03.00 AM

Kereta masih jam 05.45 AM saya dan Basith Ibrahim (@puppetvector) yang merupakan "partner in crime" saya sketching, duileh ! setuju untuk melakukan pemanasan yang urban. 

Melihat orang-orang yang tertidur sambil menjaga bawaannya merupakan keunikan dari perjalanan ini. sebegitu pasrahnya mereka tidur sambil memeluk bawaannya, sebegitu lah standar keamanan bagi masyarakat Gambir malam ini ?


KA Argo Parahyangan


3 Jam perjalanan melewati sarapan dan hendak mengarungi Bandung, perut perlu diisi dengan sarapan yang akhirnya saya memesan Nasi Goreng RESKA yang biasa saja ini dengan harga Rp 23.000.- namun cukup untuk tenaga pagi ini. di hiasi pemandangan pinggir rel seperti beberapa perkampungan dan rerumputan, pokoknya pemandangan yang jauh dari indahnya Jakarta-lah.


Jl Alketeri - Jl Tamim

Letaknya hanya sekitar 1 km dari stasiun, saya berjalan kaki dan sempat bertemu regu sketchers di Kantor POS besar di jl Asia-Afrika.

Setelah itu kita berjalan kaki menuju Jl Alketeri. daerah ini begitu tabu untuk saya, yang pasti ini adalah pertokoan lama, terlihat dari berbagai plang yang sudah memiliki fingsi tambahan seperti plang LARIS yang sudah menjadi "cantolan" kandang burung, menurut perkiraan saya selain pertokoan, bangunan-bangunan di Jl Alketeri sudah menjadi tempat tinggal tetap juga. 

Kedai Kopi Purnama adalah meeting poin awal kita sebelum akhirnya dipindahkan karena jumlah peserta yang membludak.

Setelah Jl Alketeri kita berjalan lagi dengan pasukan menuju Jl Tamim, ya disini bisa dibilang pusat produksi celana, saya teringat dengan cerita teman saya calon pengusaha sukses Norman Akbar Natsir yang kata-katanya terbukti, celana jins disini murah dan bisa dibeli bahan nya saja.




Gedung SWARHA


Jika dilihat dari banyak ilalang yang tumbuh di tembok-temboknya ini adalah sebuah gedung tua yang sudah terbengkalai. kabarnya gedung ini dulunya berupa hotel yang di bawahnya terdapat pertokoan. jika dilihat dari sekitarnya kemungkinan gedung ini adalah salah satu gedung mewah yang menghiasi jalan Asia-Afrika, namun melihat kondisinya sekarang Gedung SWARHA ini tidak menjadi apa-apa.

sebuah kenangan dari pengalaman hari itu, Kereta pulang kami dibatalkan perihal terjadinya longsor di jalurnya. akhirnya kami bergegas untuk mencari travel, berangkat jam 8.00 PM sampai di Jakarta pukul 11.30 PM


Berikut foto terakhir dari pertemuan pertama, acara ini kabarnya didatangi sampai 95 peserta.
sumber foto : Album:Bandung Sketchwalk, vol. I: Jalan-jalan sambil sketsa!


Spesifikasi presentasi karya :

Watercolor, ink on paper
40 x 20 cm

2013

@agapratama

01/04/13

Kedai Jamu dan Kopi, Suwe Ora Jamu

tinta, cat air di Nude Book | 15 x 15 cm (spread) | 2013


Jamu adalah sebuah sebutan dari orang Jawa untuk ramuan obat dari tetumbuhan (herbal) tanpa menggunakan bahan kimia sebagai zat tambahan.

Sebuah kedai di Petogongan yang cukup unik untuk kini, ditengah maraknya cafe menjajakan kopi, teh atau bir, kedai ini malah menjual jamu. dengan harga yang sangat terjangkau. unik sekali cafe ini, ketika saya masuk bisasanya sebuah kedai kopi, teh, atau bir didatangi oleh golongan umur yang sudah terkotak-kotakkan karena fungsinya untuk bertemu rekan bisnis atau belajar,dll. Tapi dikedai ini malah ada beberapa anak-anak kecil yang lumayan pecicilan lari sana sini, ada geng ibu, ada juga yang sedang rapat, ada juga yang sedang belajar dan kumpul keluarga (ya saya kumpul keluarga disini).

Jamu yang saya cicipi adalah Gingseng Prakoso untuk memelihara kesehatan, menambah stamina, menyegarkan badan.

unik, tempat yang juga nyaman, saya jatuh cinta sama Suwe Ora Jamu :)

24/03/13

Antrian Bemo di Bendungan Hilir (Benhil)

cat air di kertas | 15 x 81 cm | 2013

Di Benhil, bemo tidak memiliki pool resmi, sehingga kebanyakan mereka berkumpul di pinggir jalan, tepatnya di depan Pasar Benhil menjadi sasaran empuk mereka untuk mencari penumpang.

20/03/13

BEMO Rasa Baru

"Nah, itu mas orangnya... itu yang kepalanya plontos pakai kaos badannya besar. Dia tuh orang dibalik bemo ini." Seru salah seorang anggota Paguyuban Bemo Jakarta (PBJ) sambil menunjuk kearah Enrico Halim. Proyeknya yang satu ini dinamai Bio Bemo. Bemo yang satu ini tidak lagi mengeluarkan asap dan berisik, karena bemo ini bertenaga listrik.


Jurnal : BioBemo di Balai Kota | Tinta dan cat air di atas kertas| 18.5 x 18.5 cm | 2013

"Bemo ini lebih enak dan nyaman juga irit" Jelas salah satu anggota PBJ yang juga pernah menjajal bemo listrik ini. Perbedaan selain sumber tenaganya adalah bahan dasar body dari bemo ini berbahan fiber, berbeda dengan bemo buatan daihatsu yang menggunakan bahan plat sebagai body-nya guna untuk memperingan beban. karena secara logika kerja dinamo tidak sekuat kerja bemo pendahulunya. Ya, itu juga pertanyaan yang mayoritas dilontarkan sopir Bemo di bendungan hilir. "Bagaimana jika mengangkut penumpang ?" begitulah inti pertanyaan mayoritas dari mereka. saya empat menanyakan ini langsung ke Enrico sendiri via message fb. berikut kutipan jawaban dari Enrico :

NP : mas enrico, keren aku udah liat page bio bemomu. banyak pertanyaan nih, salah satunya listrik yg dihasilkan bemo itukan berasal dari dinamo, apakah tenaga dinamo kuat mengangkut penumpang yang setara dengan bemo yang sekarang ada ?
oh iya pertanyaan ini mewakili beberapa pertanyaan sopir bemo yang kemarin aku sempat ngobrol sama mereka di pasar bendhil 

EH : Halo Mas Nugraha,
Ya, itu pertanyaan yang juga terlontar pada saat BioBemo mampir ke pangkalan Benhil dekat kali.
Memang masih harus diuji secara benar untuk menjawab pertanyaan itu. Kemarin baru dicoba dengan mengangkut enam orang dewasa di belakang dan 10 anak2.. belum bermasalah.
Menurut teori, beban yang dapat diangkut oleh motor 10KW itu sebesar 1,100 Kg.
Terima kasih mas..

Selain masalah penumpang tersebut, salah seorang anggota PBJ juga sempat curhat mengenai kinerja bemo ini, yaitu masa aktif baterai nya. Kini bemo ini bisa mencapai 40km untuk satu kali cas, sedangkan menurut pengakuan salah seorang anggota PBJ tersebut mereka membutuhkan tenaga yang bisa mencapai hingga 80km. 
Semoga proses perizinan bemo ini bisa berjalan lancar sehingga bisa terus disempurnakan. Semoga bemo ini bisa turut mewarnai ramainya jalanan Jakarta. 

untuk mengikuti keseharian BEMO ini bisa mengunjungi :
biobemo.tumblr.com

10/03/13

Batavia : What Now !?

These are some sketches of Oud Batavia (Old Jakarta). Too much historical building lost their identity, this is what happening right now. What should we do ? 



 


DE EERSTE STEEN GELEGD (Gedung Cipta Niaga) 

Atap dari Gedung Cipta Niaga yang sudah bolong, Lagi-lagi gedung ini ada yang menjaga, tapi dengan keadaan seperti ini apakah fungsi penjaga tersebut ? gedung ini banyak ditumbuhi alang-alang dan lumut. Genteng yang sudah roboh ini tidak juga diperbaiki hanya disanggah kayu baru, padahal gedung ini difungsikan untuk foto-foto (model dan prewedding) yang cost penyewaannya cukup mahal.

Pengalaman menarik : pada saat menggambar gedug ini saya tertangkap "preman" karena dianggap tidak izin sama "pemilik" untuk masuk kesini, saya masih ingat namanya Beni.


Rumah Akar di depan Kali Besar 

entah dulunya bagunan apa, untuk masuknya harus konfirmasi yang takberujung dulu dengan orang yang "punya" bangunan ini padahal fisiknya terbengkalai bahkan ditumbuhi akar dimana-mana seperti tak bertuan dan tak lagi terawat. fungsinya adalah tempat foto-foto (lagi). 

kenapa mayoritas masyarakat Jakarta senang sekali foto-foto di bangunan tua (sejarah sendiri) yang sudah rusak ?


DASAAD MUSIN

Menurut penjaganya mereka bilang gedung ini berfungsi sebagai kantor perusahaan tekstil (Kancil Mas) ,tp sumber lain mengatakan dulunya gedung ini adalah pemegang lisensi kendaraan eropa dan jepang. 

Yang pasti gedung ini adalah milik salah seorang konglomerat bernama Agus Musin Dasaad.



Gedung milik Jasindo

Berada persis di depan museum fatahillah (Stadhuis). gedung ini sekarang hanya berfungsi untuk tempat foto-foto (entah apa yang dibanggakan dari gedung ini untuk foto-foto) dan tempat berjualan.


Bank MEGA dan De' Eerste Steen Gelegd (Cipta Niaga)
Bekas kantor pajak berada persis di depan bank MEGA, dengan atapnya yang bolong lagi-lagi tempat ini hanya untuk berfoto-foto saja. terlalu sulit untuk belajar di gedung-gedung tua di Kota Tua ini, terlalu banyak pungli.

*Project ini masih terus berlanjut, dan teman-teman juga bisa ikut berpartisipasi untuk berkenalan dengan sejarah yang terbengkalai :)